Nama: Gita Imelda
Nim:12001100
Kelas: 4d PAI
Makul: Media Pembelajaran PAI
Dosen pengampu : Drs. Fahrul Razi, M.Pd dan Firmansyah El-Habas, M.Pd
Abu Dzar Al-Ghifari r.a Adalah seorang sahabat yang dermawan dan Zuhud, Ia tidak pernah mengumpulkan harta, juga tidak menyukai orang yang menumpuk harta. Ia sering mengecam para Hartawan, sehingga Khalifah Usman r.a Menyuruhnya agar menyendiri di rabzah,Yaitu suatu permukiman di hutan yang sangat sedikit penduduknya.
Abu Dzar r.a Memiliki beberapa ekor unta yang digembalakan Oleh seorang lelaki tua dan lemah. Suatu ketika, seorang lelaki Bani Sulaiman Datang kepadanya dan menyampaikan keinginannya, “ Aku ingin ber khidmat kepadamu agar dapat mengambil manfaat dan pelajaran dari mu. Aku siap menggembalakan unta-unta mu agar aku dapat mengambil berkah darimu.” Jawab Abu Dzar r.a., “ temanku adalah yang siap mentaatiku. Jika engkau bersedia mentaatiku, tinggallah bersamaku. Jika engkau tidak mendengarkan ucapanku, Aku tidak memerlukan mu.”Lelaki dari Bani Sulaiman itu bertanya, “ Ketaatan manakah yang engkau maksudkan? “ ia berkata, “Jika aku menyuruhmu menyedekahkan harta aku, hendaknya engkau langsung memilih hartaku yang terbaik.” Kata laki- laki itu,”Aku siap menerimanya.”Maka tinggalah pemuda itu bersamanya.
Selanjutnya pemuda itu bercerita,”Pada suatu hari, seseorang memberitahuku bahwa ada beberapa orang yang tinggal di dekat mata air dalam keadaan darurat dan sangat membutuhkan makanan. Maka ia menyuruhku,”Ambilkan seekor unta.” Selanjutnya aku pergi melihat unta yang terbaik, ternyata ada seekor unta yang sangat bagus, harganya mahal, dan sangat penurut jika ditunggangi. Sesuai dengan janjiku bahwa aku akan memilihkan pemberi Yang terbaik, maka kubawakan unta itu kepadanya, namun kemudian hatiku mengatakan bahwa unta itu terlalu bagus untuk diberikan kepada orang orang miskin itu sebagai makanan.
Tuanku dan orang orang yang berhubungan dengannya sangat membutuhkan unta ini, aku segera mengembalikan unta itu dan aku ambil seekor unta betina yang derajatnya di bawah unta tadi dan merupakan unta terbaik di bawah untuk pertama. Lalu untuk itu aku bawa kepadanya.
Setelah melihat unta yang aku bawa, ia berkata kepadaku, “Engkau telah menghianatiku!” Aku memahami maksudnya, maka segera aku kembali mengambil unta yang terbaik tadi, lalu ia bertanya kepada orang orang disebelahnya “Apakah ada dua orang diantara kalian yang siap bekerja karena Allah?” Dua orang berdiri menyatakan kesediaannya, Abu Dzar r.a Berkata kepada mereka,”Some belilah unta ini dan potong potong lah sebanyak rumah warga di sekitar air mata, lalu bagikan ke setiap rumah, dan rumah Abu Dzar Termasuk dalam hitungan yang memerlukan, Memperoleh bagian yang sama dengan yang lain.”
Setelah memberi petunjuk pembagian daging tersebut, ia memanggilku,”Aku telah menyuruhmu agar memilih benda yang terbaik untuk di Sedekahkan, tetapi engkau dengan sengaja atau tidak telah mengingkarinya. Tidak mengapa jika engkau memang lupa.”jawabku, “Sebenarnya aku tidak lupa, pada mulanya aku telah memilih untuk yang terbaik tadi, tetapi hatiku berkata bahwa unta itu paling baik dalam bekerja dan engkau sangat memerlukannya, karena itulah aku tinggalkan unta itu. “Ia berkata “Benarkah Engkau meninggalkannya untuk keperluanku? Aku menjawab “Iya, sengaja aku tinggalkan untuk keperluan mu. “ ia berkata “Tidakkah engkau ingin mengetahui kapankah hari keperluanku? Hari keperluanku adalah ketika aku akan diletakkan dalam Kubur seorang diri. Itulah hari keperluanku yang sebenarnya, dalam harta itu ada tiga pemilik: yang pertama adalah takdir( Iya begitu saja mengambil hartamu yang baik maupun yang buruk tanpa menunggu apapun) , Kedua, waris yang menanti hartamu(Jika engkau mati, mereka akan mengambilnya) ketiga, Adalah dirimu sendiri(Jika dapat, jangan menjadi yang paling lemah di antara ketiganya) Allah swt berfirman:
“Kamu sekali kali tidak akan sampai kepada kebaktian(Yang sempurna) Sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang paling kamu cintai.” (Q.s Ali Imran: 92)
Oleh sebab itu aku infakkan harta yang paling aku sukai hingga akan menjadi tabunganku di ahirat kelak.












